Senin, 15 Desember 2014

TANPA KOCEK DALAM DOMPET FU NGACIR

Pada dasarnya satria fu adalah motor bebek yang cukup galak dibandingkan dengan motor bebek sekelasnya,bagaimana tidak top speed rata rata motor tersebut mampu berlari liar diatas 130 km/h.
Akan tetapi pengguna motor tersbut masih terasa kurang puas dengan kegarangan motor satria tersebut.
Saya akan berbagi trik sedikit agar motor anda melesat leih kencang..
Tanpa basa basi langsung aja ya..

1.bermain di karburator,pada dasarnya satria fu menggunakan karburator vacum,yang dirasa oleh pengguna kurang gahar di putaran bawah,nah solusi tersebut naikan pilot jet berukuran 120,stdnya
sih110 cukup,lalu naikan pilot jet 17,5 atau 15 sama milik punya shogun dan jupiter..

2.Porting lubang in dan ex ga perlu banyak banyak 2mm aja udah cukup gan,kalo aku sih matok biaya 100 rb sama bongkar pasang,,

3.permainan pulser coil,gerinda pick up coil yang depan 1mm aja yang belakang tambah 1mm,tukang las juga bisa gan..

4.ini agak ekstreem gan, tambah daging pada ujung atas noken as 1mm aja in dan ex,ane gak nganjurin pake per klep racing,resiko patah,tau sendiri klep fu harganya berapa,dengan trik ini kita ga perlu ubah sim..

5.lepas paking silinder kop 2 lembar std 3 lembar gan,ambil yang paling bawah ya gan,ini bisa naikin kompresi loh,enak buat ngebut di putaran bawah,,


6.potong kabel koil,2 cm aja gan buat ngurangin resistor..

7. majuin gigi TOP 1 mata, ini berarti majuin waktu buka tutup katub masuk dan buang. Kalo mau lebih advance lagi setingannya adalah klep masuknya dimajuin 1 mata trus buangnya dimundurin 1 mata…istilah teknisnya buat nyempitin LSA-nya (Lobe Separation Angle…buat optimalkan proses pembilasan di putaran tinggi…hehehe…bingung, bingung deh….), hasilnya juga mantap tapi kerenggangan klep harus dibikin lebih sempit (jadi in 0,07 mm dan out 0,1 mm) dari ukuran standarnya dengan cara mainin tebal shim-nya. Yang ini siy jelas mending ke bengkel aja deh…trus bengkelnya juga harus yang jago.

8.ane lupa gan,kalo mau ngebut ganti nozel jet pake punya fxr lubangnya lebih gede..

KETERANGAN GAMBAR URUT




















 


semoga bermanfaat gan..

SEJARAH RAKYAT KABUPATEN KEBUMEN

Nama Kebumen konon berasal dari kabumian yang berarti sebagai tempat tinggal Kyai Bumi setelah dijadikan daerah pelarian Pangeran Bumidirja atau Pangeran Mangkubumi dari Mataram pada 26 Juni 1677, saat berkuasanya Sunan Amangkurat I. Sebelumnya, daerah ini sempat tercatat dalam peta sejarah nasional sebagai salah satu tonggak patriotik dalam penyerbuan prajurit Mataram pada zaman Sultan Agung ke benteng pertahanan Belanda di Batavia. Saat itu Kebumen masih bernama Panjer.
Salah seorang cicit Pangeran Senopati yaitu Bagus Bodronolo yang dilahirkan di Desa Karanglo, Panjer, atas permintaan Ki Suwarno, utusan Mataram yang bertugas sebagai petugas pengadaan logistik, berhasil mengumpulkan bahan pangan dari rakyat di daerah ini dengan jalan membeli. Keberhasilan membuat lumbung padi yang besar artinya bagi prajurit Mataram, sebagai penghargaan Sultan Agung, Ki Suwarno kemudian diangkat menjadi Bupati Panjer, sedangkan Bagus Bodronolo ikut dikirim ke Batavia sebagai prajurit pengawal pangan.
Adapun selain daripada tokoh di atas, ada seorang tokoh legendaris pula dengan nama Joko Sangrib, ia adalah putra Pangeran Puger/Paku Buwono I dari Mataram, dimana ibu Joko Sangrib masih adik ipar dari Demang Honggoyudo di Kuthawinangun. Setelah dewasa ia memiliki nama Tumenggung Honggowongso, ia bersama Pangeran Wijil dan Tumenggung Yosodipuro I berhasil memindahkan keraton Kartosuro ke kota Surakarta sekarang ini. Pada kesempatan lain ia juga berhasil memadamkan pemberontakan yang ada di daerah Banyumas, karena jasanya kemudian oleh Keraton Surakarta ia diangkat dengan gelar Tumenggung Arungbinang I, sesuai nama wasiat pemberian ayahandanya. Dalam Babad Kebumen keluaran Patih Yogyakarta, banyak nama di daerah Kebumen adalah berkat usulannya.
Di dalam Babad Mataram disebutkan pula Tumenggung Arungbinang I berperan dalam perang Mataram/Perang Pangeran Mangkubumi, saat itu ia bertugas sebagai Panglima Prajurit Dalam di Karaton Surakarta. Di dalam perang tersebut hal yang tidak masuk akal adalah ia tidak menyerah ke Pangeran Mangkubumi,yang seharusnya berpihak ke Pangeran Mangkubumi karena beliau termasuk putra Pakubuwono I/ Pangeran Puger. Ternyata ia bertugas sebagai mata-mata penghubung antara pihak Keraton Surakarta dengan Pangeran Mangkubumi, setiap kali ia sebagai utusan Kraton Surakarta untuk membawakan biaya perang kepada Pangeran Mangkubumi. Cara membawa biaya perang tersebut yang dalam bentuk emas dan berlian yang dimasukkan di dalam sebuah Kendang besar, tidak ada satupun yang tahu, baik Belanda,para punggawa Kraton Solo maupun para prajurit pihak Pangeran Mangkubumi sendiri. Cara membawanya dengan diselempangkan di belakang badannya sambil naik naik kuda, begitu berhasil menembus posisi yang dekat dengan Pangeran Mangkubumi maka dengan cepatnya Kendang tersebut ditaruh di dekat Pangeran Mangkubumi, kemudian pergi lagi. Demikian saat tiap kali Arungbinang melaksanakan misi rahasia tersebut, sehingga perang Pangeran Mangkubumi mendapatkan biaya, bahkan peperangan ini ada yang menyebutkan sebagai perang Kendang. Tampaknya alasan inilah yang membuat posisi Arungbinang sebagai utusan rahasia. Tugas seperti itu dilakukan berulangkali.


 BENTENG VANDER WIJK GOMBONG




id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kebumen